Bagaimana tak sepi jika aku tak lagi menjadi satu satunya kebahagiaanmu? Bagaimana tak benci jika aku tak lagi menjadi satu satunya yang membuat tawamu memenuhi ruang kosong dengan gemanya yang sangat riang?
Dan disinilah aku, terpuruk mendengar lagu lagu cengeng dengan penuh kesedihan. Dari satu bagian ke bagian lain membuang kebosanan yang tibatiba datang dalam langkah langkah kosong.
Kardiologi, Hemodialisa, Patologi Anatomi, Radiologi dan beberapa ruang perawatan menyisihkan langkahku, memaku mata pasien pasien lain yang mungkin baginya sedih ini belum seberapa!
Aku yang terlalu cengeng dan tak tahan pada duka atau beginilah perjalanan hidup itu, kita tidak selalu di bebani bahagia namun juga kesedihan?
Pada sebuah gerai bergambar donat dengan macam macam rasa yang sepi aku memilih duduk, memasang headset lalu menatap dari balik kaca lalu lalang para dokter, suster dan beberapa pengunjung rumah sakit, bergegas pada masing masing tujuan.
Masih dengan lagu Dua Cinta Satu Hati di siang yang mendung, yang diset pada repeat current song, kuhabiskan waktu.
Lihatlah, gelas plastik berisi Thai tea itu mulai berembun! Aku mendadak ingin jadi batu es yang meleleh lalu mencair di situ, mencoba lupa seluruh keinginan. Namun hujan kini turun di para para, menyisipkan dingin di antara bunga bunga yang layu terhempas angin. Bagai sengaja membekukan segala perasaan. Alangkah sunyi cinta siang ini..
20122010
No comments:
Post a Comment